^ TOP BACK

Statistik Pengunjung

We have 6 guests and no members online

Pengunjung

Flag Counter

Statistik Situs

306507
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
623
1226
4074
297254
18534
25089
306507

Your IP: 54.167.216.239
Server Time: 2018-05-24 13:08:26

Live Traffic

Login Form

Terjemahan

Tentang SPMI

MENUJU IMPLEMENTASI SPMI DILINGKUNGAN UNTAG 1945 SMARINDA

Penjaminan mutu perguruan tinggi adalah proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan perguruan tinggi secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga semua pemangku kepentingan memperoleh kepuasan. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda beserta seluruh unit kerjanya telah melakukan persiapan penerapan sistem penjaminan mutu ini sejak tahun 2009, dan saat ini telah menyelesaikan beberapa dokumen pokok berupa dokumen akademik yang terdiri atas; Kebijakan Akademik, Standar Akademik dan Peraturan Akademik, selain itu sedang dalam penyelesaian editing beberapa dokumen mutu seperti; Manual Mutu Akademik, Manual Prosedur AMAI, Manual Prosedur Implementasi AMAI, Kode Etik AMAI, Piagam AMAI dan Standar AMAI serta dokumen-dokumen pendukung untuk Fakultas dan Prodi yang masih dalam tahap konsep dan konsultasi.

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) adalah lembaga fungsional yang dibentuk oleh Dekan dan diberi tugas untuk mengembangkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di tingkat fakultas.

Adapun faktor-faktor yang pada umumnya terkandung di dalam proses penjaminan mutu pendidikan tinggi, antara lain rumusan atau definisi, konsep, tujuan, strategi, butir-butir mutu, proses, dan manajemen kendali mutu dalam proses penjaminan mutu pendidikan tinggi.

  1. Definisi Penjaminan Mutu

Secara umum yang dimaksud dengan penjaminan mutu adalah proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga konsumen, produsen, dan pihak lain yang berkepentingan memperoleh kepuasan. Dengan demikian, penjaminan mutu pendidikan tinggi adalah proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan pendidikan tinggi secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga stakeholders memperoleh kepuasan.

  1. Konsep Penjaminan Mutu

Pendidikan tinggi di perguruan tinggi dinyatakan bermutu atau berkualitas, apabila :

  1. perguruan tinggi tersebut mampu menetapkan dan mewujudkan visinya melalui pelaksanaan misinya (aspek deduktif).
  2. perguruan tinggi tersebut mampu memenuhi kebutuhan stakeholders (aspek induktif),

berupa:

  • kebutuhan kemasyarakatan (societal needs).
  • kebutuhan dunia kerja (industrial needs).
  • kebutuhan profesional (professional needs).

Dengan demikian perguruan tinggi harus mampu merencanakan, menjalankan, dan mengendalikan suatu proses yang menjamin pencapaian mutu sebagaimana diuraikan di atas.

  1. Tujuan Penjaminan Mutu

Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan, yang dijalankan oleh suatu perguruan tinggi secara internal untuk mewujudkan visi dan misinya, serta untuk memenuhi kebutuhan stakeholders melalui penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi.

Pencapaian tujuan penjaminan mutu melalui kegiatan penjaminan mutu yang dijalankan secara internal oleh perguruan tinggi, akan dikontrol dan diaudit melalui kegiatan akreditasi yang dijalankan oleh BAN-PT dan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) atau lembaga lain secara eksternal yang memenuhi syarat sesuai ketentuan pemerintah.

Dengan demikian, obyektivitas penilaian terhadap pemeliharaan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan di suatu perguruan tinggi dapat diwujudkan.

  1. Strategi Penjaminan Mutu

Strategi penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia adalah:

  1. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Depdiknas menetapkan Pedoman Penjaminan Mutu pendidikan tinggi di Perguruan Tinggi;
  2. Perguruan tinggi menggalang komitmen untuk menjalankan penjaminan mutu pendidikan tinggi yang diselenggarakannya;
  3. Perguruan tinggi memilih dan menetapkan sendiri standar mutu pendidikan tinggi yang diselenggarakannya untuk tiap program studi;
  4. Perguruan tinggi menetapkan dan menjalankan organisasi berserta mekanisme kerja penjaminan mutu pendidikan tinggi;
  5. Perguruan tinggi melakukan benchmarking mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan, baik ke dalam maupun ke luar negeri.
  1. Butir-Butir Mutu

Sebagaimana dikemukakan di atas, perguruan tinggi memilih dan menetapkan sendiri standar mutu pendidikan tinggi untuk tiap program studi. Pemilihan dan penetapan standar itu diilakukan dalam sejumlah aspek yang disebut butir-butir mutu, di antaranya:

  • Kurikulum program studi
  • Sumber daya manusia (dosen, dan tenaga penunjang)
  • Mahasiswa
  • Proses pembelajaran
  • Prasarana dan sarana
  • Suasana akademik
  • Keuangan
  • Penelitian dan publikasi
  • Pengabdian kepada masyarakat
  • Tata pamong (governance) 
  • Manajemen lembaga (institutional management) 
  • Sistem informasi
  • Kerjasama dalam dan luar negeri.
  1. Proses Penjaminan Mutu

Penjaminan mutu pendidikan tinggi di perguruan tinggi dijalankan melalui tahap-tahap yang dirangkai dalam suatu proses sebagai berikut :

  1. Perguruan tinggi menetapkan visi dan misi perguruan tinggi yang bersangkutan;
  2. Berdasarkan visi dan misi perguruan tinggi tersebut, setiap program studi menetapkan visi dan misi program studinya;
  3. Visi setiap program studi kemudian dijabarkan oleh program studi terkait menjadi serangkaian standar mutu pada setiap butir mutu sebagaimana disebutkan di atas;
  4. Standar mutu dirumuskan dan ditetapkan dengan meramu visi perguruan tinggi (secara deduktif) dan kebutuhan stakeholders (secara induktif). Sebagai standar, rumusannya harus spesifik dan terukur yaitu mengandung unsur ABCD (Audience, Behavior, Competence, Degree);
  5. Perguruan tinggi menetapkan organisasi dan mekanisme kerja penjaminan mutu;
  6. Perguruan tinggi melaksanakan penjaminan mutu dengan menerapkan manajemen kendalimutu di bawah ini;
  7. Perguruan tinggi mengevaluasi dan merevisi standar mutu melalui benchmarking secara berkelanjutan.
  8. Manajemen Kendali Mutu

Penjaminan mutu pendidikan tinggi di perguruan tinggi dapat diselenggarakan melalui pelbagai model manajemen kendali mutu. Salah satu model manajemen yang dapat digunakan adalah model PDCA (Plan, Do, Check, Action) yang akan menghasilkan pengembangan berkelanjutan (continuous improvement) atau kaizen mutu pendidikan tinggi di perguruan tinggi.